Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan obat dan makanan melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan meluncurkan Sentra Informasi Gerakan Antisipasi Penyalahgunaan Obat dan Makanan (SIGAP OM) pada rangkaian kegiatan Safe Sound Fest 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Peluncuran SIGAP OM menjadi bagian dari strategi BPOM dalam meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terkait penyalahgunaan obat dan makanan, khususnya penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang masih menjadi tantangan dalam pengawasan obat dan makanan di Indonesia.
SIGAP OM merupakan platform berbasis web yang menyediakan berbagai materi edukasi dan informasi yang relevan, terstandar, serta disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kelompok sasaran. Layanan ini ditujukan bagi masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, pemangku kepentingan terkait, hingga pelaku usaha. Melalui platform ini, masyarakat dapat memperoleh informasi yang mudah diakses dan dimanfaatkan untuk mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan obat dan makanan.
Kehadiran SIGAP OM diharapkan dapat menjadi pusat informasi yang mendukung peningkatan pemahaman masyarakat mengenai risiko penyalahgunaan obat dan makanan, sekaligus memperkuat peran seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
Layanan SIGAP OM dapat diakses melalui situs https://pom.go.id pada menu Layanan – Komunikasi, Informasi, dan Edukasi, maupun melalui subsite Cegah Tangkal BPOM pada menu Layanan – Sentra Informasi Gerakan Antisipasi Penyalahgunaan Obat dan Makanan (SIGAP OM).
BPOM turut membuka booth SIGAP OM yang memberikan layanan edukasi dan konsultasi kepada para siswa SMA terkait OOT. Booth tersebut mendapat antusiasme yang cukup tinggi dari para peserta yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai OOT, dengan petugas CT secara aktif memberikan pemahaman, penjelasan, serta menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan siswa. Tingginya minat peserta terlihat dari banyaknya siswa yang berkunjung dan berinteraksi langsung dengan petugas selama kegiatan berlangsung. Selain mendapat perhatian dari para pelajar, booth SIGAP OM juga mendapat kunjungan dari Kepala Badan, Wakil Menteri BKKBN, dan Deputi Bidang Penindakan yang menyempatkan diri meninjau booth serta berinteraksi dengan petugas untuk mengetahui lebih lanjut layanan informasi dan edukasi yang diberikan kepada peserta.
Melalui peluncuran SIGAP OM, BPOM menegaskan komitmennya untuk terus melindungi masyarakat dari risiko penyalahgunaan obat dan makanan. Selain itu, BPOM juga mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, aman, dan berdaya melalui peningkatan literasi, edukasi, serta partisipasi aktif seluruh elemen bangsa dalam pengawasan obat dan makanan.
(Direktorat Cegah Tangkal)